Rabu, 07 April 2010

Alat Peredaran Darah


Alat peredaran darah pada manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah terdiri dari 3 jenis yaitu: pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.

1. Jantung
Jantung yang kita miliki terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Besar jantung kira-kira sebesar kepalan tangan. Jantung memiliki fungsi yang sangat penting yaitu alat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung bernama miokardium yang bekerja tidak mengikuti kehendak kita yang artinya bekerja secara otomatis. Kesehatan jantung berpengaruh pada kehidupan karena jantung sudah mulai bekerja pada masa embrio dalam kandungan dan sampai individu tersebut mati.

Bagian luar jantung dilapisi oleh selaput yang disebut perikardium. Jantung terbagi atas 4 ruangan yaitu: serambi kiri (atrium kiri), serambi kanan (atrium kanan), bilik kiri (ventrikel kiri), dan bilik kanan (ventrikel kanan). Bilik jantung mempunyai fungsi untuk memompa darah, ke seluruh tubuh maupun ke paru-paru. Bilik memiliki otot yang lebih tebal dari serambi yang hanya berfungsi sebagai penerima darah. Bilik kiri berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan bilik kanan berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru. Katup berdaun dua (valvula bikuspidalis) berada di antara serambi kiri dan bilik kiri, sedangkan katup berdaun tiga (valvula trikuspidalis) berada di antara serambi kanan dan bilik kanan. Katup tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah tidak kembali ke serambi ketika jantung memompa darah. Selain pada tempat tersebut, pada pangkal pembuluh nadi terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semilunaris). Katup ini berfungsi agar darah tidak kembali lagi ke jantung. Jantung bekerja secara teratur dengan cara mengembang dan mengempis. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya otot-otot jantung yang mengendur (relaksasi) dan berkerut (kontraksi).

Cara kerja jantung adalah sebagai berikut:
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.

Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru, dan atrium kiri disebut sebagai sirkulasi pulmoner.

Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Gerakan jantung disebut sebagai denyut jantung. Denyut jantung normal biasanya berdenyut tujuh puluh kali per menit. Denyut jantung dapat dirasakan dengan cara meraba pembuluh nadi pada pergelangan tangan atau leher. Denyut jantung dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: kondisi kesehatan, aktivitas kerja, berat badan, dan usia. Bayi memiliki denyut jantung lebih cepat dibanding orang dewas. Nadi tajuk (arteri koronaria) berukuran kecil dan dapat terseumbat sehingga kerja jantung juga dapat terganggu. Hal ini dapat terjadi karena jantung tidak memperoleh zat makanan dan oksigen dengan baik. Tersumbatnya nadi tajuk disebut sebagai penyakit jantun koroner atau koronariasis. Penyakit ini juga bisa terjadi pada orang yang merokok dan mempunyai kadar kolesterol yang tinggi. Pada orang dewasa yang normal memiliki tekanan sistol kurang lebih 120 mmHg dan tekanan diastol kira-kira 80 mmHg. Untuk mengukur tekanan sistol dan diastol digunakan alat yang bernama tensimeter. Jika tekanan seseorang melebihi tersebut disebut tekanan darah tinggi (hipertensi), sedangkan jika tekanan tidak sampai pada batas tersebut disebut tekanan darah rendah (hipotensi).

2. Pembuluh Darah
Seperti yang kitaketauhi pembuluh darah terbagi atas 3 yaitu:

Pembuluh Nadi (Arteri)
Pembuluh nadi adalah semua pembuluh darah yang arahnya meninggalkan jantung. Letak pembuluh nadi agak tersembunyi atau di dalam permukaan tubuh. Dinding otot pembuluh nadi lebih tebal, kuat, bersifat elastis dibandingkan dengan pembuluh balik. Peranannya adalah membantu pemompaan jantung dalam peredaran darah. Darah keluar dari jantung melalui 2 pembuluh nadi. Yang pertama adalah keluar dari bilik kiri (ventrikel kiri). Pembuluh nadi ini membawa darah kaya oksigen. Yang kedua adalah keluar dari bilik kanan (ventrikel kanan). Pembuluh nadi ini membawa darah kaya akan karbon dioksida.

Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Pembuluh balik terletak di permukaan tubuh. Pembuluh darah dapat kita amati dengan mudah yaitu, pembuluh darah yang tampak kebiruan di bawah kulit adalah pembuluh balik. Dinding otot pembuluh balik lebih tipis dibandingkan pembuluh nadi. Pada tubuh manusia, pembuluh balik dapt dibedakan menjadi 2 yaitu pembuluh balik paru-paru adalah pembuluh balik yang membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri (atrium kiri) jatung dan pembuluh balik tubuh adalah pembuluh darah yang membawa karbon dioksida ke dalam darah.


Pembuluh Ka
piler
Pembuluh kapiler merupakan pembuluh
darah yang sangat halus dan langsung
berhubungan dengan sel-sel jaringan tubuh.
Dinding dari pembuluh kapiler hanya
berupa selapis sel. Di dalam pembuluh
kapiler terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar